Rabu, 03 April 2013

pontiana_area.blogspot



RANTAU PANJANG
Rantau panjang merupakan sebuah desa yang di ambil dari nama sebuah tanjung atau tanjung sungai yang cukup panjang. Tanjung itu melebihi sungai lamdak. Sedangkan penduduk suku Madura Rantau panjang berasal bangkalan. di sekitar rantau panjang ada beberapa kampung yang saling berbatasan yaitu, sungai jawi, rantau panjang kecil, kuala mandor, sungai gatal,parit baru, sungai pogok  tanjung kepala dua, stoket, kuala sambeh, teluk bakong, menanik, teluk biong dan krueng.
Rantau panjang di kelilingi oleh dua sungai yaitu sungai landak dan sungai mandor dan beberapa anak sungai diantaranya sungai jawi, sungai pogok dan sungai gatal serta sungai sambih yang merupakan satu-satunya jalur transportasi  ke ibu kota sebangki yang jaraknya kurang lebih 400 meter dari pusat kampung dan akan lebih jauh lagi kalau jika melewati pangkalan siongkim yaitu sekitar 2 km.
Pada mulanya jalan utama di rantau panjang hanya berupa tumpukan tanah yang dimabil dari parit, namun sejak tahun 2003 masyarakat mulai melakukan pembangunan jalan yang mana biayanya merupakan hasil sumbangan masyarakat setempat sebesar kadar kemampuannya. Lebar jalan itu pas-pasan hanya untuk satu sepeda motor saja kira-kira 50cm.
Pada tahun 2006 dulu penduduk kecamatan sebangki mencapai 14.603 dengan luas wilayah kecamatan 885,60 km2. Secara administratif kecamatan ini terdiri dari 5 buah desa dengan 27 dusun.penyebaran penduduk di kecamatan sebangki tidak merata, penduduk terbesar di antaranya adalah di desa rantau panjang ini dan dua desa lainnya yaitu, sungai segak  kampung tengah.






Ada beberapa hal yang akan saya gambarkan tentang desaku “RANTAU PANJANG” antara lain yaitu:
1.                   SISTEM KEPEMIMPINAN LOKAL
         Kepemimpinan yang ada di rantau panjang tidak jauh beda dengan sistem kepemimpinan yang ada di desa yang lain, yang mana terdapat kepala desa, RT dan RW.Disini kepala desa terkenal dengan sebutan atau panggilan “klebun”.seseorang akan terpilih menjadi klebun jika dia mempunyai biasanya karena dia adalah orang yang berpengaruh dalam masyarakat atau orang yang berpendidikan yang terbukti dengan kepiawayannya atau kelihayannya dalam menyelesaikan berbagai masalah. Di rantau panjang secara urut orang yang paling di hormati yaitu: tokoh masyarakat,gugu,klebu dan orang kaya. Orang kaya akan di hormati oleh masyarakat jika harta atau kekayaan yang dia perolehnya dengan jalan yang baik dengan kata lain harta yang diperoleh dengan cara yang halal,karena jika tidak hal itu akan mempengaruhi penghormatan masyarakat bahkan dia akan terhina dalam pandangan masyarakat. Berbeda dengan tokoh masyarakat, guru dan klebun mereka akan terus di hormati oleh masyarakat, mereka akan sangat berhati-hati dalam dalam bertindak dan bertingkah laku karena jika sekali saja melakukan perbuatan menyimpang atau melanggar nilai-nilai yang ada dalam masyarakat maka selamanya dia akan di cap atau di lebelkan sebagai orang yang tidak pantas untuk di hormati dalam masyarakat, walaupun pengabdiannya sangat lama, artinya semua kebaikan yang telah dia lakukan bertahun-tahun hilang tanpa bekas kerena satu kesalahan atau kecerobohannya. Dia bisa di hormati lagi oleh masyarakat jika dia menjauh atau merantau ketempat lain yang tidak terjangkau oleh masyarakat rantau panjang. Dan pulang setelah beberapa tahun merantau dari perjalanannya dengan memberikan kabar yang baik pada masyarakat yang ada di rantau panjang sebelumnya.




SISTEM KEBUDAYAAN MASYARAKAT
Rantau panjang mempunyai banyak kebuadayaan yang semuanya menjadi modal social masyarakat, ada kebuadayaan yang berkenaan dengan nilai-nilai keagamaan,adat local dan kesenian.
Kebudayaan yang berkenaan dengan nilai-nilai keagamaan dan adat lokal seperti misalnya: idul fitri, idul adha, yasinan, sya’banan, maulidan,juk bumi dan lain sebagainya, dalam idul fitri itu sendiri nantinya ada kunjungan atau silatur rahmi masyarakat yang satu pada masyarakat yang lain,dari tetangga yang satu ke tetangga yang lain, tidak sebatas berkunjung saja namun lebih dari itu, mereka saling minta maaf dan memaafkan sehingga banyak sekali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya seperti misalnya mempererat kekeluargaan, persaudaraan, dan terciptanya solidaritas antar sesama serta tercipta kerukunan dalam social masyarakat. Di Ratau panjang perayaan hari lebaran sangat di besar-basarkan semua serba baru,baju, krudung, sandal, celana dan semacamnya.tidak hanya itu bebarapa hari menjelang lebaran masyarakat sudah sangat sibuk membuat anika macam dan jenis kue yang tujuannya untuk di suguhkan kepada setiap tamu yang akan mengunungi rumahnya,jadi sangat malu sekali kalau lebaran masyarakat disana tidak membuat apa-apa untuk di suguhkan kepada tamunya walaupun sebenarnya yang di harapkan oleh seorang tamu bukanlah makanan, kue dan sebagainya namun hal itu sudah menjadi adat dan kebudayaan masyarakat disana.
Budaya yang bernilai kesenian, misalnya: pembangunan rumah yang menggunakan sistem tanean lanjang ( halaman panjang) dan juga kesenian yang paling diminati oleh masyarakat disana yaitu sandur. Menurut mereka sandur merupakan kesenian khas suku madura ratau panjang dalam sandur itu sendiri ada antraksi pancak silat dari orang-orang yang sudah terlatih, tetapi tidak sedikit juga dari para penonton yang menyumbangkan keahliaanya dalam pancak silat itu bahkan mereka ada yang datang dari luar daerah rantau panjang. kebuyaan tersebut sangat mendukung kerjasama dan persaudaraan antar masyarakat sehingga tercipata kerukunan dalam masyarakat semangkin harmonis, tentram dan aman.



SISTEM PEREKONOMIAN
Sistem perekonomian yang berlaku di rantau panjang mungkin tidak jauh beda dengan sitem perekonomian yang berlaku di daerah lain. Di rantau hanya ada beberapa tokoh yang menjadi pusat perbelanjaan masyarakat, mereka bisa membeli segala kebutuhan hidupnya seperti beras, gandum, gula, garam dan lain-lain dan untuk sayur-sayuran biasanya masyarakat membelinya dari pedagang yang datang dari luar daerah.
Barang-barang yang ada di rantau panjang sedikit lebih mahal dari harga sebenarnya namun hal itu bisa di maklumi oleh masyarakat karena mengingat biaya transportasi yang cukup mahal, jika mereka belanja sendiri ketoka dengan membawa uang RP.100.000 mungkin hal itu hanya akan cukup untuk biaya transportasi saja, hal inilah yang menjadi tolak ukur masyarakat rantau panjang. Masyarakat mungkin setahun empat kali pergi ke kota itupun ketika menjelang hari raya saja dan hari-hari besar islam lainnya, selain itu mereka tidak akan pergi kepasar kecuali bagi mereka yang mempunyai sepeda motor dan berekonomi menengah keatas.
Sistem perekonomian yang seperti itu sangat memperhatinkan terutama kepada para masyarakat yang eknominya sangat rendah dan hal tersebut termasuk orang tua penulis sendiri, hal inilah yang menjadi kritik penulis kepada pemerintah Rantau panjang dan sebangki khususnya serta pemerintah Kalimantan barat umumnya untuk senantiasa obsrvasi langsung akan keadaan masyarakat. Kalau di Rantau  panjang sudah jelas yang menjadi masalah adalah mahalnya barang-barang yang menjadi kebutuhan pokok yang sebabkan jauhnya transportasi, paling tidak mereka para pemerintah sudah menemukan solusinya yaitu dengan membangun jembatan sebagai penghubung antar sebrang sehingga masyarakar tidak berlama-lama menunggu di steher pangkalan untuk menyebrang pergi ke kota.


SISTEM PERTANIAN
Rantau panjang mempunyai dua sistem pertanian yaitu: subsisten dan komirsil. Pertma sistem pertanian yang subsistem di rantau panjang hanya di jadikan sebagai sampingan atau tambahan saja karena walaupun mereka peteni tetapi dalam kenyataannya tetap saja mereka masih beli bahan-bahan sembako termasuk beras di tokoh atau di pasar. Yang keuda sistem komirsil yaitu mereka para peteni yang mencari keuntungan guna untuk memenuhi kebutuhan hidunya, dalam hal ini perkebunan karetlah yang menjadi komirsil andalan masyarakat walaupun terkadang harus tergantung pada cerahnya mata hari hujan atau tidak, namun tetap saja mereka lakukan karena bekerja karet sangat menjanjikan beda halnya dengan bertani yang harus menunggu berbulan-bulan untuk panin itupun kalau tidak terkena hama tikus, belalang dan burung, namun kalau bekerja karet mereka bekerja hari ini besoknya sudah bisa di jula. Semangkin banyak kebun yang di milikinya semangkin banyak pula hasil karet yang akan di dapat dan tentunya semangkin banyak pula uang yang akan menjadi miliknya. Itulah mengapa masyarakat rantau panjang dan sekitarnya sangat bersemangat sekali dalma bekerja karet bahkan saking semangatnya mereka turun untuk bekerja pada jam dua, tiga dan sehabis subuh bahkan ada pula ada yang turun setelah shalat tarawih pada bulan puasa. Selain perkebulan karet mereka juga ada yang menanang sayur-sayuran seperti kacang panjang, tomat, cabe dan sebagainya namun hal itu jarang sekali mereka berhasil hingga menjualnya ke pasar atau kemasyarakat, mungkin hanya cukup untuk keluarga sendiri dan tetangganya, karena selain hama yang menjadi masalahnya tanah di sana tidak begitu mendikung dalam pertanin. Terkadang mereka tetap melakukannya untuk mencukupi atau menambah sedikit penghasilan sehingga tidak usah repot-repot menghabiskan uang untuk membeli sayu,cape dan sebagainya.
Di Rantau panjang tidak akan di temui yang namanya tuan tanah namun yang akan di temui di sana adalah tuan kebun yang biasanya di dominasi oleh para toke atau atau oang ka lainnya. Mereka itu adalah orang-orang yang memiliki kebun karet yang banyak, yang biasanya mengerjakan kebunnya kepada orang lain yang di sebut dengan “mengulikan” selain mereka juga bekerja sendiri dan hasilnya tergantung kesepakatan ada kalanya langsung di timbang air getahnya saja sehingga hanya mendapatkan kiloannya saja, ada juga di jual getahnya kepada si toke kemudian di bagi hasil limapuluh persen-lima puluh persen dan ini adalah yang paling umum di gunakan oleh masyarakat rantau panjang. Hal ini sangat menguntungkan kedua belah pihak terutama si toke karena selain dia mendapatkan bagian dari hasil pembagian itu dia juga mendapatkan getah yang nantinya dia jual langsung ke pabrik getah tentunya dengan harga yang yang jauh lebih mahal dari pada yang dia beli sebelumnya.
















3 komentar:

  1. meskkipun rantau panjang terletak jauh dari kota. manun secara ekonomi rantau panjang saya pikir tidak pernah mengalami krisis pangan yang signipikan. hal karena berkah dari kerja keras mereka sebagai petani karet yang hingga kini masih menjadi sumber pendapatan utama mereka.
    rantau panjang suatu hari nanti menjadi desa yang akan sangat maju dari desa-desa yang ada di sebangki. hal ini ditunujukan dengan semangkin banyaknya sarjana yang siap untuk memajukan desanya sendiri dan sayapun juga siap untuk memajukan desaku ini, kelak kalau saya sudah menjadi sarjana saya mengabdikan diri saya untuk meningkatkan progres desaku ini.

    BalasHapus
  2. kepada teman-temanku yang sedang atau yang sudah menjadi sarjana mari kita bangun desa kita, terutama dari mutu pendidikan yang karena dengan pendidiktan yang berkualitas maka tingkat ekonomi yang ada akan semangkin mengalami kemajuan yang semangkin pesat. kalau tingkat ekonomi yang ada sudah menjamin terhadap kemakmuran masyarakat kita maka dengan hal itu kita telah membantu bangsa kita termasuk pemerintah yang berkuasa. sehingga kita bisa meringankan beban pementah dalam menanggulangi kemiskinan yang ada di negeri ini.

    BalasHapus