RANTAU PANJANG
Rantau panjang merupakan sebuah desa yang di ambil
dari nama sebuah tanjung atau tanjung sungai yang cukup panjang. Tanjung itu
melebihi sungai lamdak. Sedangkan penduduk suku Madura Rantau panjang berasal
bangkalan. di sekitar rantau panjang ada beberapa kampung yang saling
berbatasan yaitu, sungai jawi, rantau panjang kecil, kuala mandor, sungai
gatal,parit baru, sungai pogok tanjung
kepala dua, stoket, kuala sambeh, teluk bakong, menanik, teluk biong dan
krueng.
Rantau panjang di kelilingi oleh dua sungai yaitu
sungai landak dan sungai mandor dan beberapa anak sungai diantaranya sungai
jawi, sungai pogok dan sungai gatal serta sungai sambih yang merupakan
satu-satunya jalur transportasi ke ibu
kota sebangki yang jaraknya kurang lebih 400 meter dari pusat kampung dan akan
lebih jauh lagi kalau jika melewati pangkalan siongkim yaitu sekitar 2 km.
Pada mulanya jalan utama di rantau panjang hanya
berupa tumpukan tanah yang dimabil dari parit, namun sejak tahun 2003 masyarakat
mulai melakukan pembangunan jalan yang mana biayanya merupakan hasil sumbangan
masyarakat setempat sebesar kadar kemampuannya. Lebar jalan itu pas-pasan hanya
untuk satu sepeda motor saja kira-kira 50cm.
Pada tahun 2006 dulu penduduk kecamatan sebangki
mencapai 14.603 dengan luas wilayah kecamatan 885,60 km2. Secara administratif
kecamatan ini terdiri dari 5 buah desa dengan 27 dusun.penyebaran penduduk di
kecamatan sebangki tidak merata, penduduk terbesar di antaranya adalah di desa
rantau panjang ini dan dua desa lainnya yaitu, sungai segak kampung tengah.
Ada beberapa hal yang akan saya gambarkan tentang
desaku “RANTAU PANJANG” antara
lain yaitu:
1.
SISTEM
KEPEMIMPINAN LOKAL
Kepemimpinan yang ada di rantau
panjang tidak jauh beda dengan sistem kepemimpinan yang ada di desa yang lain,
yang mana terdapat kepala desa, RT dan RW.Disini kepala desa terkenal dengan
sebutan atau panggilan “klebun”.seseorang akan terpilih menjadi klebun jika dia
mempunyai biasanya karena dia adalah orang yang berpengaruh dalam masyarakat
atau orang yang berpendidikan yang terbukti dengan kepiawayannya atau
kelihayannya dalam menyelesaikan berbagai masalah. Di rantau panjang secara
urut orang yang paling di hormati yaitu: tokoh masyarakat,gugu,klebu dan orang
kaya. Orang kaya akan di hormati oleh masyarakat jika harta atau kekayaan yang
dia perolehnya dengan jalan yang baik dengan kata lain harta yang diperoleh
dengan cara yang halal,karena jika tidak hal itu akan mempengaruhi penghormatan
masyarakat bahkan dia akan terhina dalam pandangan masyarakat. Berbeda dengan
tokoh masyarakat, guru dan klebun mereka akan terus di hormati oleh masyarakat,
mereka akan sangat berhati-hati dalam dalam bertindak dan bertingkah laku
karena jika sekali saja melakukan perbuatan menyimpang atau melanggar
nilai-nilai yang ada dalam masyarakat maka selamanya dia akan di cap atau di
lebelkan sebagai orang yang tidak pantas untuk di hormati dalam masyarakat,
walaupun pengabdiannya sangat lama, artinya semua kebaikan yang telah dia
lakukan bertahun-tahun hilang tanpa bekas kerena satu kesalahan atau
kecerobohannya. Dia bisa di hormati lagi oleh masyarakat jika dia menjauh atau
merantau ketempat lain yang tidak terjangkau oleh masyarakat rantau panjang.
Dan pulang setelah beberapa tahun merantau dari perjalanannya dengan memberikan
kabar yang baik pada masyarakat yang ada di rantau panjang sebelumnya.
SISTEM
KEBUDAYAAN MASYARAKAT
Rantau
panjang mempunyai banyak kebuadayaan yang semuanya menjadi modal social
masyarakat, ada kebuadayaan yang berkenaan dengan nilai-nilai keagamaan,adat
local dan kesenian.
Kebudayaan yang berkenaan dengan
nilai-nilai keagamaan dan adat lokal seperti misalnya: idul fitri, idul adha,
yasinan, sya’banan, maulidan,juk bumi dan lain sebagainya, dalam idul fitri itu
sendiri nantinya ada kunjungan atau silatur rahmi masyarakat yang satu pada
masyarakat yang lain,dari tetangga yang satu ke tetangga yang lain, tidak
sebatas berkunjung saja namun lebih dari itu, mereka saling minta maaf dan
memaafkan sehingga banyak sekali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya
seperti misalnya mempererat kekeluargaan, persaudaraan, dan terciptanya
solidaritas antar sesama serta tercipta kerukunan dalam social masyarakat. Di Ratau
panjang perayaan hari lebaran sangat di besar-basarkan semua serba baru,baju,
krudung, sandal, celana dan semacamnya.tidak hanya itu bebarapa hari menjelang
lebaran masyarakat sudah sangat sibuk membuat anika macam dan jenis kue yang
tujuannya untuk di suguhkan kepada setiap tamu yang akan mengunungi
rumahnya,jadi sangat malu sekali kalau lebaran masyarakat disana tidak membuat
apa-apa untuk di suguhkan kepada tamunya walaupun sebenarnya yang di harapkan
oleh seorang tamu bukanlah makanan, kue dan sebagainya namun hal itu sudah
menjadi adat dan kebudayaan masyarakat disana.
Budaya yang bernilai kesenian,
misalnya: pembangunan rumah yang menggunakan sistem tanean lanjang ( halaman
panjang) dan juga kesenian yang paling diminati oleh masyarakat disana yaitu
sandur. Menurut mereka sandur merupakan kesenian khas suku madura ratau panjang
dalam sandur itu sendiri ada antraksi pancak silat dari orang-orang yang sudah
terlatih, tetapi tidak sedikit juga dari para penonton yang menyumbangkan
keahliaanya dalam pancak silat itu bahkan mereka ada yang datang dari luar
daerah rantau panjang. kebuyaan tersebut sangat mendukung kerjasama dan
persaudaraan antar masyarakat sehingga tercipata kerukunan dalam masyarakat
semangkin harmonis, tentram dan aman.
SISTEM PEREKONOMIAN
Sistem
perekonomian yang berlaku di rantau panjang mungkin tidak jauh beda dengan
sitem perekonomian yang berlaku di daerah lain. Di rantau hanya ada beberapa
tokoh yang menjadi pusat perbelanjaan masyarakat, mereka bisa membeli segala
kebutuhan hidupnya seperti beras, gandum, gula, garam dan lain-lain dan untuk
sayur-sayuran biasanya masyarakat membelinya dari pedagang yang datang dari
luar daerah.
Barang-barang
yang ada di rantau panjang sedikit lebih mahal dari harga sebenarnya namun hal
itu bisa di maklumi oleh masyarakat karena mengingat biaya transportasi yang
cukup mahal, jika mereka belanja sendiri ketoka dengan membawa uang RP.100.000
mungkin hal itu hanya akan cukup untuk biaya transportasi saja, hal inilah yang
menjadi tolak ukur masyarakat rantau panjang. Masyarakat mungkin setahun empat
kali pergi ke kota itupun ketika menjelang hari raya saja dan hari-hari besar
islam lainnya, selain itu mereka tidak akan pergi kepasar kecuali bagi mereka
yang mempunyai sepeda motor dan berekonomi menengah keatas.
Sistem
perekonomian yang seperti itu sangat memperhatinkan terutama kepada para
masyarakat yang eknominya sangat rendah dan hal tersebut termasuk orang tua
penulis sendiri, hal inilah yang menjadi kritik penulis kepada pemerintah
Rantau panjang dan sebangki khususnya serta pemerintah Kalimantan barat umumnya
untuk senantiasa obsrvasi langsung akan keadaan masyarakat. Kalau di
Rantau panjang sudah jelas yang menjadi
masalah adalah mahalnya barang-barang yang menjadi kebutuhan pokok yang
sebabkan jauhnya transportasi, paling tidak mereka para pemerintah sudah
menemukan solusinya yaitu dengan membangun jembatan sebagai penghubung antar
sebrang sehingga masyarakar tidak berlama-lama menunggu di steher pangkalan
untuk menyebrang pergi ke kota.
SISTEM PERTANIAN
Rantau
panjang mempunyai dua sistem pertanian yaitu: subsisten dan komirsil. Pertma
sistem pertanian yang subsistem di rantau panjang hanya di jadikan sebagai
sampingan atau tambahan saja karena walaupun mereka peteni tetapi dalam kenyataannya
tetap saja mereka masih beli bahan-bahan sembako termasuk beras di tokoh atau
di pasar. Yang keuda sistem komirsil yaitu mereka para peteni yang
mencari keuntungan guna untuk memenuhi kebutuhan hidunya, dalam hal ini
perkebunan karetlah yang menjadi komirsil andalan masyarakat walaupun terkadang
harus tergantung pada cerahnya mata hari hujan atau tidak, namun tetap saja
mereka lakukan karena bekerja karet sangat menjanjikan beda halnya dengan
bertani yang harus menunggu berbulan-bulan untuk panin itupun kalau tidak
terkena hama tikus, belalang dan burung, namun kalau bekerja karet mereka
bekerja hari ini besoknya sudah bisa di jula. Semangkin banyak kebun yang di
milikinya semangkin banyak pula hasil karet yang akan di dapat dan tentunya
semangkin banyak pula uang yang akan menjadi miliknya. Itulah mengapa
masyarakat rantau panjang dan sekitarnya sangat bersemangat sekali dalma
bekerja karet bahkan saking semangatnya mereka turun untuk bekerja pada jam
dua, tiga dan sehabis subuh bahkan ada pula ada yang turun setelah shalat
tarawih pada bulan puasa. Selain perkebulan karet mereka juga ada yang menanang
sayur-sayuran seperti kacang panjang, tomat, cabe dan sebagainya namun hal itu
jarang sekali mereka berhasil hingga menjualnya ke pasar atau kemasyarakat,
mungkin hanya cukup untuk keluarga sendiri dan tetangganya, karena selain hama
yang menjadi masalahnya tanah di sana tidak begitu mendikung dalam pertanin.
Terkadang mereka tetap melakukannya untuk mencukupi atau menambah sedikit penghasilan
sehingga tidak usah repot-repot menghabiskan uang untuk membeli sayu,cape dan
sebagainya.
Di
Rantau panjang tidak akan di temui yang namanya tuan tanah namun yang akan di
temui di sana adalah tuan kebun yang biasanya di dominasi oleh para toke atau
atau oang ka lainnya. Mereka itu adalah orang-orang yang memiliki kebun karet
yang banyak, yang biasanya mengerjakan kebunnya kepada orang lain yang di sebut
dengan “mengulikan” selain mereka juga bekerja sendiri dan hasilnya tergantung
kesepakatan ada kalanya langsung di timbang air getahnya saja sehingga hanya
mendapatkan kiloannya saja, ada juga di jual getahnya kepada si toke kemudian
di bagi hasil limapuluh persen-lima puluh persen dan ini adalah yang paling
umum di gunakan oleh masyarakat rantau panjang. Hal ini sangat menguntungkan
kedua belah pihak terutama si toke karena selain dia mendapatkan bagian dari
hasil pembagian itu dia juga mendapatkan getah yang nantinya dia jual langsung
ke pabrik getah tentunya dengan harga yang yang jauh lebih mahal dari pada yang
dia beli sebelumnya.
meskkipun rantau panjang terletak jauh dari kota. manun secara ekonomi rantau panjang saya pikir tidak pernah mengalami krisis pangan yang signipikan. hal karena berkah dari kerja keras mereka sebagai petani karet yang hingga kini masih menjadi sumber pendapatan utama mereka.
BalasHapusrantau panjang suatu hari nanti menjadi desa yang akan sangat maju dari desa-desa yang ada di sebangki. hal ini ditunujukan dengan semangkin banyaknya sarjana yang siap untuk memajukan desanya sendiri dan sayapun juga siap untuk memajukan desaku ini, kelak kalau saya sudah menjadi sarjana saya mengabdikan diri saya untuk meningkatkan progres desaku ini.
kepada teman-temanku yang sedang atau yang sudah menjadi sarjana mari kita bangun desa kita, terutama dari mutu pendidikan yang karena dengan pendidiktan yang berkualitas maka tingkat ekonomi yang ada akan semangkin mengalami kemajuan yang semangkin pesat. kalau tingkat ekonomi yang ada sudah menjamin terhadap kemakmuran masyarakat kita maka dengan hal itu kita telah membantu bangsa kita termasuk pemerintah yang berkuasa. sehingga kita bisa meringankan beban pementah dalam menanggulangi kemiskinan yang ada di negeri ini.
BalasHapusayo....!!!
BalasHapus